TANGERANG — Keterbatasan gedung SMP negeri di Kecamatan Cipondoh dinilai menjadi persoalan klasik yang berulang setiap tahun saat penerimaan peserta didik baru (PPDB). Anggota DPRD Kota Tangerang, Idup, menyampaikan langsung aspirasi warga yang mengeluhkan minimnya akses ke sekolah negeri di wilayah tersebut.
“Setiap saya turun ke masyarakat, banyak di antara mereka yang meminta penambahan gedung SMPN. Itu terjadi karena di wilayah Cipondoh sekolah tersebut sangat minim,” kata Idup dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Kamis.
Idup menjelaskan, ketimpangan antara jumlah lulusan SD dan ketersediaan bangku di SMP negeri kerap memicu kekhawatiran orang tua. Banyak wali murid yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri karena faktor biaya dan kualitas, namun harus bersaing ketat.
“Jumlah lulusan SD yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMP negeri di Cipondoh tidak sebanding dengan ketersediaan sekolah yang ada,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang, saat ini terdapat 271 SD negeri dan 34 SMP negeri di seluruh Kota Tangerang. Jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk menampung seluruh lulusan SD, khususnya di kawasan padat penduduk seperti Cipondoh.
Menanggapi desakan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menyatakan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menjalin kerja sama dengan sekolah swasta untuk menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Wahyudi memastikan siswa yang mengikuti program tersebut tidak dikenakan biaya pendidikan, sama seperti halnya di sekolah negeri. Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemkot Tangerang telah menyiapkan program sekolah swasta gratis melalui 142 sekolah, yang terdiri atas 63 SD/MI dan 79 SMP/MTs.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa program bertajuk “Gampang Sekolah” ini hadir untuk memastikan akses pendidikan berkualitas yang merata bagi seluruh masyarakat. Program tersebut tidak hanya mencakup sekolah negeri, tetapi juga melibatkan sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Pemkot.
“Untuk itu bapak-ibu orang tua murid tidak perlu bingung dalam memilih sekolah untuk putra-putrinya karena baik sekolah negeri maupun swasta sama bagusnya. Sekolah swasta di Kota Tangerang juga banyak yang bagus,” kata Sachrudin.
Meski demikian, Idup berharap solusi jangka panjang tetap mengarah pada pembangunan fisik gedung SMP negeri baru di Cipondoh. Menurutnya, program kerja sama dengan swasta hanyalah solusi sementara, sementara kebutuhan akan sekolah negeri di wilayah tersebut terus meningkat.
“Kami harap Pemkot Tangerang bisa merealisasikan keinginan masyarakat, yaitu menambah jumlah sekolah SMPN di Kota Tangerang, khususnya Kecamatan Cipondoh,” pungkas Idup.