PANDEGLANG — PT Hutama Karya (Persero) secara masif mempercepat pengerjaan proyek Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Penugasan resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas pendidikan siap digunakan pada tahun ajaran mendatang.
Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya mengemban peran ganda sebagai pelaksana konstruksi teknis sekaligus pengendali percepatan lintas wilayah. Program prioritas nasional ini dilaksanakan serempak di empat provinsi untuk mendukung pemerataan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Manajemen Hutama Karya menyatakan bahwa pembangunan di Banten merupakan bagian dari komitmen BUMN konstruksi dalam mendukung agenda strategis Presiden Prabowo Subianto. Proyek ini menyasar kawasan yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan pendidikan formal yang memadai.
Fasilitas Pendidikan Terintegrasi di Pandeglang dan Lebak
Proyek di Banten tidak hanya sekadar membangun ruang kelas baru. Setiap kawasan Sekolah Rakyat dirancang secara komprehensif untuk mendukung ekosistem belajar-mengajar yang ideal bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Infrastruktur penunjang yang dibangun mencakup gedung sekolah, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, hingga gedung serbaguna. Hutama Karya menjalankan pekerjaan secara paralel dengan pengawasan mutu yang ketat untuk menjamin fungsionalitas bangunan sejak hari pertama digunakan.
Skema kolaborasi operasi diterapkan di beberapa titik guna menjaga kelincahan pelaksanaan di lapangan. Langkah ini diambil untuk mengatasi luasnya lingkup pekerjaan tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja maupun standar teknis yang telah ditetapkan kementerian.
Tantangan Standarisasi Mutu di Berbagai Wilayah
Pembangunan Sekolah Rakyat di Banten memiliki kompleksitas tinggi karena menuntut eksekusi serempak dengan standar mutu yang setara di setiap lokasi. Hutama Karya menerapkan pola percepatan terintegrasi yang mencakup sinkronisasi tahapan kerja dan mobilisasi sumber daya secara efektif.
"Pembangunan Sekolah Rakyat di empat provinsi ini memiliki kompleksitas tinggi karena menuntut eksekusi serempak dengan standar mutu yang setara di setiap lokasi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Hutama Karya menerapkan pola percepatan terintegrasi yang mencakup sinkronisasi tahapan kerja, mobilisasi sumber daya secara efektif, hingga penguatan pengawasan lapangan," tulis manajemen Hutama Karya dalam keterangan resminya, Sabtu (2/5/2026).
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menekankan pentingnya konsistensi standar di banyak titik proyek. Menurutnya, seluruh lokasi harus bergerak dalam target fungsi yang sama.
"Tantangan utama bukan hanya membangun di banyak titik sekaligus, melainkan memastikan seluruh lokasi bergerak dalam standar mutu dan target fungsi yang sama agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat," ujar Hamdani.
Bagian dari Agenda Strategis Pemerataan Pendidikan
Program Sekolah Rakyat merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan berkualitas. Selain di Banten, proyek serupa tengah dikebut di DKI Jakarta, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara dengan karakteristik wilayah yang berbeda-beda.
Sebaran proyek ini mencakup kawasan perkotaan padat di Jakarta, Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar di Sulawesi Barat, hingga Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara di Maluku Utara. Pendekatan terintegrasi memastikan pengerjaan tetap berada dalam koridor target meskipun lokasi proyek terpisah secara geografis.
Hutama Karya menargetkan seluruh fasilitas pendidikan ini dapat berfungsi optimal sesuai jadwal yang ditetapkan. Pengawasan lapangan terus diperkuat guna memastikan percepatan pembangunan tidak mengurangi kualitas bangunan yang akan menjadi sarana mencetak generasi unggul di pelosok daerah.