Pencarian

Kemendikdasmen Luncurkan Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1), 49 Sekolah Siapkan Lulusan ke Pasar Global

Jumat, 22 Mei 2026 • 07:50:07 WIB
Kemendikdasmen Luncurkan Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1), 49 Sekolah Siapkan Lulusan ke Pasar Global
Mendikdasmen luncurkan program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) untuk persiapkan lulusan bersaing di pasar global.

SURABAYA — Sebanyak 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dilepas untuk bekerja di luar negeri bersamaan dengan peluncuran program strategis baru, Rabu (20/5). Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) menjadi jembatan bagi lulusan vokasi untuk bersaing di pasar tenaga kerja global.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Dirjen Dikmen Diksus Tatang Muttaqin meluncurkan program ini di Surabaya. Program yang mulai dirancang sejak 2025 itu menambahkan satu tahun masa belajar di luar kurikulum nasional tiga tahun SMK.

Apa yang Dipelajari di Tahun Tambahan?

Tahun keempat atau masa tambahan itu tidak diisi dengan pelajaran kejuruan biasa. Murid akan difokuskan pada penguasaan bahasa asing, pemahaman budaya kerja di negara tujuan, serta hukum dan hak-hak perlindungan tenaga migran Indonesia.

“Bekerja di luar negeri tentu tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar hidup mandiri dan menjadi duta serta membawa nama baik bangsa,” kata Dirjen Dikmen Diksus Tatang Muttaqin. Menurutnya, tambahan satu tahun ini membuat murid SMK benar-benar siap secara mental, bahasa, dan pemahaman hukum.

49 SMK di Indonesia Sudah Terlibat

Hingga saat ini, program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) sudah diterapkan di 49 SMK di seluruh Indonesia. Setiap sekolah yang terlibat diharapkan mampu mengintegrasikan dimensi kebekerjaan luar negeri ke dalam kurikulum satuan pendidikan mereka.

Kepala SMKS Muhammadiyah 1 Malang, Kusdarmadi, menyambut baik program ini. Menurutnya, persiapan tiga tahun saja masih sangat kurang. Murid butuh waktu tambahan untuk belajar bahasa dan adaptasi dengan negara tujuan.

Respons Pemda dan Target ke Depan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program ini merupakan upaya memenuhi hak konstitusi warga negara untuk mendapat kehidupan yang layak. “Program ini sekaligus menjadi upaya untuk memenuhi hak konstitusi, di mana setiap warga negara berhak mendapat kehidupan yang layak bagi kemanusiaan,” ujarnya.

Dirjen Tatang menambahkan bahwa program ini adalah jembatan kebekerjaan internasional lulusan SMK yang mendorong link and match dengan industri serta memperluas akses peluang kerja di luar negeri. Ia menyebut kerja sama ini akan menjadi wajah masa depan pendidikan vokasi Indonesia.

Bagaimana Cara Mendaftar Program Ini?

Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) saat ini diterapkan di 49 SMK yang tersebar di berbagai daerah. Calon murid dapat mendaftar melalui sekolah-sekolah tersebut yang telah bekerja sama dengan Direktorat SMK Kemendikdasmen.

Apakah Program Ini Hanya untuk SMK Tertentu?

Tidak. Program ini dirancang untuk diperluas ke lebih banyak SMK di Indonesia. Sekolah yang berminat dapat mengintegrasikan dimensi kebekerjaan luar negeri ke dalam kurikulum satuan pendidikan mereka melalui koordinasi dengan dinas pendidikan setempat.

Siapa Saja yang Bisa Mengikuti Program 3+1?

Program ini diperuntukkan bagi murid SMK yang ingin bekerja di luar negeri setelah lulus. Selain mengikuti kurikulum nasional selama tiga tahun, mereka akan menjalani satu tahun tambahan untuk persiapan bahasa, budaya, dan hukum negara tujuan.

Bagikan
Sumber: kemendikdasmen.go.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks