TANGERANG — Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Kota bersama Polsek Jatiuwung menangkap tiga orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembacokan terhadap dua remaja pada Rabu (13/5) dini hari. Ketiga tersangka berinisial MH, DP, dan GR diringkus di lokasi berbeda di wilayah Pasar Kemis dan Serang, Banten, pada Jumat (22/5) dinihari.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan bahwa aksi brutal itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB saat korban Syarif Hidayat dan Dimas Ramdani tengah melintas di flyover Taman Cibodas dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju Tangerang.
Dipicu "Lirikan" di Jalan Raya
Peristiwa berawal ketika korban terlibat cekcok dengan sekelompok pengendara motor di kawasan Cimone. Meski korban memilih menjauh, para pelaku justru membuntuti dan mengejar hingga ke flyover. "Korban dikejar oleh sejumlah pelaku yang mengendarai dua unit sepeda motor. Sesampainya di lokasi, korban langsung diserang dengan senjata tajam," papar Kombes Jauhari, Minggu (24/5).
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa aksi penyerangan dipicu oleh persoalan sepele di jalan raya. Salah seorang pelaku mengaku merasa sakit hati karena merasa diperhatikan atau dilirik oleh korban. "Pelaku kemudian mengejar korban bersama kelompoknya, memepet kendaraan korban, lalu melakukan pembacokan secara bersama-sama," jelas polisi.
Korban Alami Luka Bacok di Punggung dan Paha
Akibat serangan tersebut, salah seorang korban mengalami enam luka bacokan di area punggung dan paha. Sementara itu, korban lainnya menderita luka parah di bagian punggung hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Tak hanya menyerang, kelompok tersebut juga diduga berusaha merampas barang-barang milik korban. Salah satu pelaku sempat mencoba mengambil kunci motor dan telepon genggam, namun gagal karena mendapat perlawanan.
Barang Bukti: Celurit, Motor, dan Helm
Dalam operasi penggerebekan, polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan para tersangka. Di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, sebilah celurit, helm, pakaian yang dikenakan saat kejadian, serta telepon genggam. Pengungkapan kasus ini mengandalkan rekaman kamera pemantau (CCTV) serta pelacakan jalur pelarian para pelaku yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.
"Kami tidak akan memberikan celah sedikit pun bagi para pelaku kekerasan jalanan dan geng motor yang meresahkan warga. Semua pelaku yang terlibat akan kami proses secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegas Kapolres.
Polisi Buru Dalang di Balik Aksi Brutal
Polisi mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam tindak kriminal maupun kekerasan jalanan. "Kami akan terus memburu pelaku lain yang terlibat dalam aksi kejahatan jalanan ini, termasuk dalang utama di balik aksi brutal tersebut," ujar Kombes Jauhari.