Pencarian

Bea Cukai Banten Kumpulkan Penerimaan Rp4,55 Triliun hingga April 2026, Ditopang Cukai MMEA dan Tembakau

Jumat, 29 Mei 2026 • 18:46:02 WIB
Bea Cukai Banten Kumpulkan Penerimaan Rp4,55 Triliun hingga April 2026, Ditopang Cukai MMEA dan Tembakau
Bea Cukai Banten berhasil mengumpulkan penerimaan Rp4,55 triliun hingga April 2026.

SERANG — Tren positif penerimaan negara di Banten pada awal tahun ini didorong oleh kinerja cukai yang tumbuh signifikan. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Banten, Muhammad Hakim Satria, menyebutkan bahwa kenaikan target tahunan menjadi faktor utama di balik lonjakan tersebut.

Bea Masih Jadi Pemasok Terbesar, Cukai Tembakau & MMEA Tumbuh

Dari total penerimaan Rp4,55 triliun, Bea Masuk menjadi kontributor utama dengan nilai mencapai Rp3.385,52 miliar. Angka ini diraih di tengah menurunnya impor sejumlah komoditas seperti kimia dasar organik, biji kakao, dan kapal laut.

Sektor cukai menyumbang Rp1.156,53 miliar. "Peningkatan tren cukai ini utamanya ditopang oleh kinerja positif dari cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan hasil tembakau," ujar Hakim dalam keterangan di Serang, Jumat.

Sementara itu, Bea Keluar tercatat hanya menyumbang Rp10,88 miliar. Nilai ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas kelapa sawit dan produk turunannya di pasar global.

Neraca Perdagangan Banten: Ekspor Melemah, Impor Alat Komunikasi Naik

Selain penerimaan, Hakim juga memaparkan kondisi neraca perdagangan provinsi Banten pada April 2026. Nilai ekspor tercatat sebesar 1,21 miliar dolar AS, sementara impor mencapai 4,37 miliar dolar AS.

Pelemahan nilai ekspor terjadi pada komoditas barang perhiasan, pesawat udara dan bagiannya, serta mesin untuk keperluan khusus. Sebaliknya, impor didominasi oleh komoditas penunjang aktivitas harian dan industri, seperti hasil minyak, komputer, serta peralatan komunikasi.

  • Fakta Singkat:
  • Realisasi penerimaan DJBC Banten per 30 April 2026: Rp4.552,93 miliar
  • Target APBN 2025: Rp17,29 triliun
  • Penyumbang terbesar: Bea Masuk (Rp3.385,52 miliar)
  • Cukai menyumbang Rp1.156,53 miliar, didorong MMEA dan hasil tembakau
  • Nilai ekspor Banten: 1,21 miliar dolar AS; impor: 4,37 miliar dolar AS

Mengapa Penerimaan Cukai Meningkat di Tengah Pelemahan Impor?

Hakim menjelaskan bahwa kenaikan target cukai di tahun 2026 menjadi pendorong utama realisasi yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Meski Bea Masuk masih dominan, pertumbuhan cukai dari sektor tembakau dan minuman beralkohol menunjukkan tren konsumsi yang tetap kuat di dalam negeri.

Kondisi ini juga mencerminkan pergeseran pola impor di Banten, di mana barang modal dan bahan baku industri menurun, sementara barang konsumsi dan peralatan komunikasi justru meningkat.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks