Pencarian

18 Tewas dalam Kecelakaan Truk di Afghanistan Timur, Separuhnya Anak-Anak

Sabtu, 30 Mei 2026 • 20:36:01 WIB
18 Tewas dalam Kecelakaan Truk di Afghanistan Timur, Separuhnya Anak-Anak
Truk pengangkut penumpang terbalik di jalan Jalalabad-Kabul, menyebabkan 18 korban meninggal.

BANTEN — Kecelakaan tunggal itu terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Jalalabad dengan Kabul, jalur yang dikenal rawan kecelakaan bagi kendaraan besar. Berdasarkan laporan yang diterima dari Juru Bicara Gubernur Provinsi Laghman, Abdul Malik Niaxzay, truk tersebut mengangkut rombongan keluarga yang hendak kembali ke tanah air setelah tinggal sementara di Pakistan.

Korban Tewas Didominasi Anak-Anak dan Perempuan

Data yang dihimpun dari otoritas setempat menunjukkan korban jiwa paling banyak berasal dari kelompok anak-anak. Sebanyak 10 anak-anak dilaporkan tewas di lokasi kejadian, diikuti 5 perempuan dewasa dan 3 laki-laki dewasa.

Selain korban meninggal, sebanyak 29 orang lainnya mengalami luka-luka serius akibat benturan keras saat truk terbalik. Seluruh korban luka kini tengah menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat.

Kebiasaan Memuat Penumpang Berlebih di Tengah Jalan Rusak

Tingginya angka kematian dalam kecelakaan ini tidak lepas dari kondisi infrastruktur yang memprihatinkan. Jalan-jalan utama di Afghanistan, khususnya di kawasan timur, mengalami kerusakan parah akibat puluhan tahun konflik bersenjata. Kondisi itu diperparah oleh perilaku pengemudi yang kerap memuat kendaraan melebihi kapasitas.

“Truk sering dipaksakan mengangkut orang sekaligus barang bawaan dalam jumlah besar,” demikian pernyataan pejabat setempat. Minimnya pengawasan lalu lintas dan lemahnya penegakan aturan keselamatan kendaraan membuat praktik semacam ini terus berulang tanpa sanksi berarti.

Lonjakan Pemulangan Massal dari Pakistan Memperparah Risiko

Kecelakaan ini terjadi di tengah gelombang kepulangan besar-besaran warga Afghanistan dari Pakistan. Tekanan dari otoritas Pakistan yang memperketat aturan migrasi memaksa ratusan ribu keluarga untuk pulang secara tergesa-gesa. Akibatnya, banyak dari mereka menggunakan armada transportasi seadanya yang tidak layak jalan untuk menempuh perjalanan jarak jauh.

Pemerintah Afghanistan dan sejumlah organisasi internasional terus memantau arus kepulangan ini. Namun, medan jalan berat, kurangnya armada transportasi yang aman, dan desakan waktu menjadi kendala utama yang sulit diatasi dalam waktu singkat.

Kecelakaan Lalu Lintas Jadi Momok Tahunan

Afghanistan memang memiliki salah satu catatan kecelakaan lalu lintas tertinggi di kawasan Asia Selatan. Selain kerusakan infrastruktur dan muatan berlebih, gaya mengemudi yang ugal-ugalan juga kerap disebut sebagai faktor utama. Tanpa perbaikan regulasi dan pengawasan yang signifikan, jalur-jalur seperti rute Jalalabad-Kabul akan terus menjadi jalur maut bagi warga yang hanya ingin pulang ke rumah mereka.

Bagikan
Sumber: babelinsight.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks