Pencarian

Matheus Cunha Akui Takdir Bawa ke Piala Dunia 2026, Siap Jadi 'Kuda Hitam' Brasil

Minggu, 31 Mei 2026 • 02:42:01 WIB
Matheus Cunha Akui Takdir Bawa ke Piala Dunia 2026, Siap Jadi 'Kuda Hitam' Brasil
Matheus Cunha menyatakan tekadnya untuk tampil maksimal di Piala Dunia 2026 bersama Brasil.

BANTEN — Jakarta – Matheus Cunha tak menampik perasaannya campur aduk saat menerima panggilan Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Pasalnya, pemain berusia 27 tahun itu harus menunggu empat tahun setelah gagal total di edisi 2022.

“Setelah semua yang telah saya lalui, nama saya ada dalam daftar, tiba pada hari ulang tahun saya... saya pikir ini takdir,” ujar Cunha, dikutip dari pernyataan resminya.

Bangkit dari Gagal Eksekusi Penalti

Perjalanan Cunha menuju skuad Piala Dunia tidak mulus. Musim perdananya di Manchester United diwarnai momen pahit ketika ia gagal mengeksekusi penalti penentu saat United kalah mengejutkan dari Grimsby Town di Piala EFL.

Gol perdananya untuk Setan Merah baru tercipta pada 25 Oktober. Namun, perlahan ia bangkit di bawah asuhan Michael Carrick dan menjadi pemain kunci dalam perebutan tiket Liga Champions.

Statistik Debut: Sejajar dengan Tevez dan Cavani

Catatan Cunha musim ini sangat impresif. Ia menorehkan 12 keterlibatan gol di semua kompetisi. Lebih dari itu, ia menjadi pemain Amerika Selatan ketiga yang mampu mencetak dua digit gol pada musim debutnya di Premier League bersama Manchester United, setelah Carlos Tevez dan Edinson Cavani.

Pencapaian itu membuatnya layak mendapatkan tempat di skuad yang sarat bintang seperti Vinicius Junior dan Rodrygo.

Kesiapan Penuh untuk Ancelotti

Cunha menegaskan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan kedua ini. Ia mengaku siap menjalankan peran apa pun yang diminta Carlo Ancelotti, baik sebagai starter maupun pemain pengubah permainan.

“Impian saya adalah terlibat 100% dalam persiapan menuju Piala Dunia. Apa pun yang dia butuhkan dari saya, saya akan berusaha melakukan yang terbaik,” tegas mantan pemain Wolverhampton tersebut.

Brasil datang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan status favorit juara. Kehadiran Ancelotti di kursi pelatih membuat ekspektasi publik semakin tinggi. Cunha bisa menjadi kartu truf yang tak terduga di lini depan.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks