BANTEN — Kekalahan Mesir dari Argentina di Stadion Atlanta menyisakan luka yang dalam. Bukan semata karena tersingkir, melainkan karena tiga momen krusial yang dinilai EFA sebagai kesalahan fatal yang dilakukan wasit Francois Letexier beserta asisten wasit video (VAR) yang bertugas.
Gol Ziko Dianulir, Dua Penalti Tak Dihitung
Puncak kemarahan Mesir bermula pada menit ke-58. Saat unggul 1-0, gelandang Mostafa Ziko sukses membobol gawang Argentina. Alih-alih memperbesar keunggulan menjadi 2-0, wasit asal Prancis itu justru menganulir gol setelah meninjau VAR.
Alasannya, Marwan Ateya dinilai melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martínez sebelum gol tercipta. Keputusan ini langsung mengubah momentum pertandingan.
EFA mencatat dua insiden lain yang luput dari perhatian Letexier. Pertama, Alexis Mac Allister menarik Hamdy Fathy di kotak penalti. Kedua, Mohamed Salah diinjak Julian Alvarez. Kedua momen itu tidak menghasilkan penalti, bahkan tanpa peninjauan ulang dari VAR.
"Kami Dirampas Gol Sah dan Penalti yang Jelas"
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari O Globo, EFA menuntut penyelidikan menyeluruh terhadap seluruh tim kepemimpinan pertandingan. "Presiden Federasi menuntut penyelidikan terhadap seluruh tim wasit, termasuk asisten wasit video, atas kesalahan mencolok dan atas desakan mereka untuk tidak meninjau ulang gambar yang kami yakini menguntungkan tim Mesir," tulis pernyataan tersebut.
"Kami yakin kami dirampas gol yang sah dan penalti yang jelas," lanjut pernyataan EFA.
Lebih jauh, EFA tidak hanya meminta investigasi. Mereka mendesak FIFA untuk mengusir Letexier dan seluruh kru wasit dari turnamen setelah proses penyelidikan selesai. Tuduhan diskriminasi terhadap tim Mesir turut disematkan dalam protes resmi tersebut.
Nasib Tim Wasit di Tangan FIFA
Hingga berita ini diturunkan, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas protes keras dari Federasi Sepak Bola Mesir. Keputusan wasit berusia 37 tahun itu menjadi sorotan tajam, mengingat laga babak gugur Piala Dunia biasanya diawasi dengan ketat oleh teknologi VAR.
Jika tuntutan EFA dikabulkan, ini akan menjadi sanksi berat pertama bagi tim kepemimpinan pertandingan di Piala Dunia 2026. Sebaliknya, jika ditolak, kemarahan publik sepak bola Mesir diprediksi akan terus bergulir.