TANGERANG — Ratusan siswa tidak hanya mempresentasikan proyek di depan akademisi internasional, tetapi juga menerjemahkan budaya global melalui perspektif lokal. Hasilnya, lahir sejumlah karya yang berakar pada identitas Indonesia namun berbahasa universal.
Director of Marketing & Student Experience USG Education Ni Luh Komang Aimee Sukesna mengatakan, pengalaman ini dirancang menyerupai praktik dunia kerja nyata. Para siswa melakukan riset, mengembangkan ide, memproduksi karya, hingga menerima umpan balik langsung dari institusi internasional.
Karya Lintas Disiplin: dari Instalasi Sastra hingga Kuliner Nusantara
Bidang Arts and Design misalnya, menghadirkan instalasi yang mengeksplorasi pertemuan sastra Indonesia dan Inggris sebagai refleksi hubungan identitas lokal dengan perspektif global. Sementara itu, siswa Fashion Design menampilkan koleksi yang memadukan inspirasi budaya Inggris dengan identitas visual generasi muda Indonesia.
Siswa Graphic Design memamerkan karya visual dan kampanye kreatif yang merefleksikan hubungan budaya global dan lokal. Di bidang Music, mereka menyuguhkan interpretasi personal terhadap pengaruh industri musik Inggris melalui komposisi dan pertunjukan.
Proyek Digital dan Rintisan Bisnis Bermata ke Pasar Global
Di bidang Computing, para siswa mengembangkan proyek digital mulai dari web design, interactive media, hingga Internet of Things (IoT). Sementara itu, siswa Business ditantang merancang konsep bisnis yang berpotensi menembus pasar Inggris.
Dari tantangan itu lahir ide-ide seperti Padang2Go dan Tempehtation, yang berupaya membawa cita rasa kuliner Indonesia ke panggung internasional. "Hasilnya, sejumlah karya yang berakar pada identitas lokal namun memiliki relevansi dan bahasa yang dapat diterima secara global," kata Ni Luh Komang Aimee.
Mengapa Kreativitas dan Adaptabilitas Jadi Kunci?
Ni Luh Komang Aimee menjelaskan, kegiatan ini relevan dengan kebutuhan masa depan. Mengacu pada Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, sekitar 39 persen keterampilan inti di pasar kerja diperkirakan akan berubah hingga 2030. Kreativitas, adaptabilitas, kolaborasi, dan resiliensi menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.
Janice Phung, Pearson APAC Regional Manager, menambahkan bahwa UIC Creative Showcase menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dapat mengembangkan kompetensi tersebut melalui pendekatan applied learning. Pendekatan ini memungkinkan siswa bekerja lintas disiplin, membangun portofolio profesional, dan mengembangkan pola pikir yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif global.
Persiapan Studi ke Luar Negeri Tanpa Harus Berangkat Duluan
Bagi banyak peserta, showcase ini juga menjadi persiapan sebelum melanjutkan studi ke luar negeri. Setelah menyelesaikan program internasional di Indonesia, banyak siswa UIC College akan meneruskan pendidikan ke berbagai universitas di Inggris maupun negara tujuan studi lainnya.
"UIC Creative Showcase menjadi bukti bahwa pengalaman internasional dapat dimulai dari Indonesia tanpa harus menunggu keberangkatan ke luar negeri," ujar Janice Phung.