SERANG — Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menegaskan bahwa SiLPA sebesar Rp73,02 miliar tidak bisa dimaknai sebagai kegagalan perencanaan anggaran. Menurutnya, kondisi itu justru menunjukkan kemampuan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengelola keuangan secara efektif.
“Ini bukan berarti ada persoalan dalam perencanaan. Justru menunjukkan bahwa kemampuan OPD dalam mengelola anggaran cukup baik. Pendapatannya meningkat, sementara belanjanya bisa lebih efisien,” ujar Agis di Serang, Kamis.
Dari Mana Asal SiLPA Rp73 Miliar Itu?
Agis menjelaskan, SiLPA terbentuk dari dua sisi sekaligus. Pertama, realisasi pendapatan daerah yang melampaui target yang ditetapkan dalam APBD 2025. Kedua, efisiensi yang terjadi di hampir seluruh OPD dalam merealisasikan belanja.
“Realisasi SiLPA yang relatif besar tersebut menunjukkan kinerja positif dalam optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja,” katanya.
Evaluasi Program yang Belum Optimal
Meski mengklaim hasil positif, Pemkot Serang mengakui masih ada sejumlah program dan kegiatan yang penyerapannya belum berjalan maksimal. Agis menyebut, evaluasi menyeluruh bakal dilakukan agar target kinerja tahun berikutnya bisa lebih tercapai.
“Terhadap realisasi program dan kegiatan yang belum terserap secara optimal, perlu dilakukan evaluasi lebih mendalam,” ujarnya.
Salah satu langkah strategis yang akan ditempuh adalah peningkatan kualitas perencanaan berbasis kinerja. Pemkot ingin memastikan setiap program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran ke depan.
Kemana Dana SiLPA Akan Dialokasikan?
Agis memastikan dana SiLPA yang tersedia tidak akan mengendap. Anggaran itu bakal dimanfaatkan kembali untuk mendukung program prioritas pembangunan Kota Serang. Beberapa sektor yang menjadi fokus antara lain:
- Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan
- Normalisasi drainase
- Penerangan jalan umum (PJU)
- Peningkatan sarana pendidikan dan layanan kesehatan
“Kalau terjadi efisiensi tentu akan muncul SiLPA. Itu hal yang positif karena anggaran yang tidak terpakai bisa dimanfaatkan kembali untuk program-program prioritas berikutnya,” tutup Agis.