SERANG — Panggung megah di pelataran Keraton Surosowan berubah menjadi mesin waktu pada Senin pagi. Ribuan pasang mata warga Sukadiri dan sekitarnya larut dalam alur cerita kepahlawanan yang diperagakan langsung oleh anak-anak muda setempat, sebuah pemandangan yang jarang terlihat dalam perayaan HUT RI di Kota Serang.
Ketua Sukadiri Squad, Miftahullah, mengungkapkan bahwa pementasan drama kolosal ini merupakan agenda rutin tahunan yang dibiayai secara swadaya dan gotong royong oleh masyarakat. Persiapan acara sendiri memakan waktu sekitar satu bulan, termasuk mengatasi sejumlah kendala teknis terkait pendanaan dan perizinan.
Mengusung Kisah Empat Pemuda Pembawa Mandat Bung Karno
Berbeda dengan upacara bendera pada umumnya, drama kolosal ini mengangkat narasi sejarah penyebaran berita proklamasi di tanah Banten. Alur cerita berlatar budaya Banten tempo dulu itu menggambarkan perjalanan empat pemuda pembawa mandat dari Bung Karno yang tiba di wilayah Banten dan bertemu dengan tokoh lokal.
"Konsepnya kita memakai drama kolosal yang mengangkat tokoh-tokoh pahlawan Banten. Tujuannya agar anak muda zaman sekarang tahu siapa tokoh pahlawan Banten sesungguhnya, yaitu KH Ahmad Khotib dan KH Syam'un, yang memelopori kemerdekaan di daerah Banten," kata Miftahullah di Serang.
Para pemuda utusan tersebut kemudian bertemu dengan KH Ahmad Khotib dan KH Syam'un untuk menyebarluaskan kabar kemerdekaan 17 Agustus 1945 kepada masyarakat luas. Pemilihan lokasi di Keraton Surosowan, situs peninggalan Kerajaan Banten, dinilai memperkuat nilai historis dari pementasan itu sendiri.
Bendera Raksasa dan Antusiasme Warga yang Meluap
Kemeriahan tidak berhenti pada panggung drama. Warga Sukadiri juga berhasil membentangkan bendera Merah Putih berukuran panjang yang langsung disambut antusiasme tinggi dari para peserta upacara dan penonton yang hadir.
Setelah rangkaian upacara dan pementasan usai, kegiatan dilanjutkan dengan karnaval yang menempuh rute Jalan Baru hingga kembali lagi ke titik kumpul di lingkungan Sukadiri. Partisipasi warga dalam karnaval tersebut dipastikan memeriahkan suasana perayaan kemerdekaan di kawasan Banten Lama.
Kebanggaan Warga atas Inisiatif Pemuda Setempat
Aliyudin, salah seorang warga Lingkungan Sukadiri yang turut hadir, mengaku bangga dengan inisiatif para pemuda di lingkungannya. Menurutnya, acara yang digelar dengan sistem patungan ini berhasil menyajikan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.
"Kami sebagai warga sangat mendukung acara ini. Walaupun semuanya hasil patungan swadaya, tapi acaranya sangat meriah. Anak-anak dan warga yang menonton tidak cuma dihibur lewat karnaval, tapi juga jadi tahu sejarah pahlawan Banten dari drama kolosal tadi. Bangga rasanya melihat kekompakan warga Sukadiri," ujar Aliyudin.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap sejarah lokal tetap tumbuh subur di tengah masyarakat, diinisiasi langsung oleh generasi muda yang ingin terus mengingatkan tentang jasa para pahlawan asal Banten.