TANGERANG — Dorongan untuk memiliki ponsel sendiri menjadi titik awal Elviana Rosanti merintis usaha parfum. Pada 2012, saat masih SMA, ia mulai menawarkan parfum custom secara door-to-door. Lambat laun, pemasaran diperluas hingga ke kantor-kantor pemerintahan di Kota Tangerang.
“Biasanya yang paling sulit dalam berusaha adalah memulai. Banyak yang takut produknya tidak laku atau tidak diterima pasar,” kata Elviana di kediamannya, Kamis (11/6/2026).
Konsep Parfum Bernuansa Alam dengan 5 Varian
BUCH hadir dengan konsep parfum natural yang terinspirasi dari alam. Kemasan produk mengusung nuansa kayu dengan karakter aroma segar. “Saat digunakan di alam terbuka, sensasinya terasa sangat cocok,” ujar Elviana.
Saat ini BUCH memiliki lima varian parfum. Varian Kayu menjadi produk terlaris dengan perpaduan aroma woody, fruity, dan warm spicy yang memberi kesan segar. Varian Vibe ditujukan bagi penyuka aroma manis, sementara Mine menghadirkan kesan maskulin dengan sentuhan kakao yang tetap nyaman dipakai perempuan.
Varian Rose menawarkan perpaduan white floral dan citrus yang segar. Adapun Lurik menjadi produk terbaru yang dikembangkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya dan identitas kota-kota di Indonesia. Varian Lactonic melengkapi pilihan dengan kombinasi aroma vanila dan powdery yang cocok untuk pria maupun wanita.
Strategi Pemasaran: Online dan Pameran ke Luar Kota
Elviana mengaku masih fokus pada pemasaran digital dan partisipasi di berbagai pameran. “Karena cukup sering mengikuti bazar di luar kota, konsumen kami banyak berasal dari daerah seperti Bali, Labuan Bajo, dan Surabaya,” jelasnya.
Produk BUCH juga tersedia di marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop yang terhubung melalui akun media sosial resmi mereka. Harga jual produk berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per botol.
Pesan untuk Calon Pengusaha: Jangan Takut Memulai
Kepada calon pelaku usaha, Elviana berpesan agar tidak gentar menghadapi berbagai kekhawatiran saat akan memulai bisnis. “Padahal kalau dicoba terlebih dahulu, kita bisa belajar dan mengetahui apa yang perlu diperbaiki. Jadi jangan takut untuk mulai,” katanya.
Kisah Elviana menjadi contoh bagaimana ketekunan dan keberanian mengambil langkah pertama dapat mengubah usaha kecil menjadi merek lokal yang menjangkau konsumen dari berbagai wilayah Indonesia.