Pencarian

Ikan Pelagis Besar Topang Ekonomi Pesisir Lebak, Transaksi TPI Capai Rp96 Miliar per Tahun

Sabtu, 25 Juli 2026 • 12:00:01 WIB
Ikan Pelagis Besar Topang Ekonomi Pesisir Lebak, Transaksi TPI Capai Rp96 Miliar per Tahun

LEBAK — Ribuan nelayan dan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pesisir selatan Kabupaten Lebak mengandalkan ikan pelagis besar sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Berdasarkan laporan TPI setempat, nilai pelelangan ikan mencapai Rp8 miliar per bulan atau sekitar Rp96 miliar dalam setahun, dengan kontribusi terbesar dari komoditas seperti tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, wahoo, sarden, barakuda, dan tongkol.

Saat ini, sebanyak 3.635 nelayan beroperasi di pesisir selatan Lebak dengan total produksi tangkapan berkisar 6.000 hingga 7.500 ton per tahun. Sebagian hasil tangkapan dipasarkan ke perusahaan ekspor di Jakarta, sisanya menjadi bahan baku industri pengolahan lokal.

Dari Laut ke Meja: Rantai Nilai Pelagis Besar

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana menjelaskan, ikan tuna misalnya bobot per ekor bisa mencapai 60 kilogram dengan harga jual Rp40 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram tergantung jenis dan kualitas. "Kami meyakini produksi tangkapan ikan pelagis besar dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir," ujarnya Jumat lalu.

Ia menambahkan aktivitas perikanan mendorong tumbuhnya ratusan UMKM berbasis hasil laut yang memproduksi abon ikan, kerupuk ikan, bakso ikan, ikan asin, pindang, otak-otak, dendeng ikan, rendang ikan, hingga aneka camilan. Pola ini menciptakan rantai nilai yang memberi manfaat ekonomi lebih luas, mulai dari nelayan, pedagang, pelaku usaha pengolahan, hingga sektor distribusi.

Kisah Bedah: Abon Ihan Tembus Jakarta dan Tangerang

Salah satu pelaku UMKM, Bedah (45) di Kecamatan Binuangeun, memproduksi abon ikan yang dipasarkan sebagai bahan baku ke perusahaan di Jakarta dan Tangerang. "Kami memasok abon ikan sekitar 500 kilogram per bulan dengan harga Rp150 ribu per kilogram, sehingga omzetnya mencapai sekitar Rp75 juta setiap bulan," katanya.

Produknya memiliki daya simpan hingga delapan bulan tanpa bahan pengawet, dengan cita rasa gurih dan kandungan protein yang tetap terjaga. Abon ikan itu dikemas dengan merek UMKM "Bu Bedah" setelah memenuhi persyaratan perizinan dan pelabelan.

Nelayan Rohman: Penghasilan Cukup untuk Keluarga

Nelayan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, Rohman (55), mengaku keberadaan stok ikan pelagis besar memberikan kepastian usaha. "Keberadaan ikan pelagis besar di perairan selatan Banten sangat membantu ekonomi nelayan karena hasil tangkapannya masih memberikan penghasilan bagi keluarga," ujarnya.

Dalam satu kali melaut selama sepekan, ia memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp1,8 juta setelah dikurangi biaya operasional. Winda menambahkan pengembangan industri pengolahan memperkuat nilai tambah komoditas perikanan sekaligus memperluas peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja di kawasan pesisir.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks