TANGERANG — Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja membuka langsung Seleksi Daerah Program Beasiswa Luar Negeri dalam skema Beasiswa Gemilang 2026. Acara berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, dengan tujuan menjaring kandidat terbaik untuk menimba ilmu di universitas Islam tertua di dunia tersebut.
Soma Atmaja mengungkapkan bahwa pemerintah daerah berhasil meningkatkan daya tampung penerima beasiswa dari target awal 675 orang menjadi 976 mahasiswa. Mereka tersebar di 35 perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun di Mesir.
“Total anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai mahasiswa yang tersebar di 35 perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun di Mesir, dengan rincian 424 mahasiswa baru, 497 mahasiswa ongoing yang saat ini sedang menempuh perkuliahan, dan 55 mahasiswa penerima bantuan tugas akhir/skripsi,” ujar Soma dalam sambutannya.
Untuk klaster Universitas Al-Azhar Kairo, sebanyak 50 peserta dinyatakan lolos seleksi kelayakan awal. Namun, karena keterbatasan kuota, Pemkab Tangerang hanya memilih 25 peserta terbaik untuk diberangkatkan tahun ini.
Proses wawancara dirancang secara ketat untuk menguji kesiapan akademis, linguistik, dan spiritual para calon mahasiswa. Tim penguji memberikan instrumen penilaian mendalam, mulai dari uji percakapan aktif bahasa Arab, kemampuan membaca sekaligus mengartikan kitab kuning, hingga kelancaran hafalan Al-Qur’an minimal 2 juz.
“Selain kompetensi keagamaan, Pemkab Tangerang juga menerapkan verifikasi faktual yang ketat terkait persyaratan kelayakan ekonomi. Hal ini dilakukan agar program beasiswa penuh tepat sasaran dan diprioritaskan bagi calon penerima berbakat yang berasal dari keluarga kurang mampu secara finansial,” ungkap Soma.
Salah satu peserta seleksi asal Kecamatan Jayanti, Nabila Wardani Haifurrahma, mengaku harus melewati tahapan ujian di Kementerian Agama (Kemenag) terlebih dahulu sebelum mendaftarkan diri ke program Beasiswa Tangerang Gemilang. Alumni Pondok Pesantren Modern Al-Mizan 3 ini memiliki motivasi besar untuk bisa belajar langsung di pusat moderasi Islam.
“Saya ingin sekali belajar bersama para ulama Al-Azhar. Bagi saya, Al-Azhar merupakan pusat dari moderasi dan keseimbangan dalam ajaran agama Islam. Harapan besar saya, semoga bisa lulus seleksi hari ini, dilancarkan studinya, sukses, dan kelak bisa membahagiakan kedua orang tua,” tuturnya.
Soma Atmaja menambahkan bahwa pengumuman seluruh 976 penerima beasiswa akan dilakukan secara terbuka kepada publik. Ia berpesan kepada peserta yang belum beruntung untuk tidak berkecil hati karena masih ada kesempatan di tahun depan.
“Pegang teguh pepatah Labor Omnia Vincit bahwa kerja keras akan mengalahkan segalanya. Manfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong Indonesia Emas dan Indonesia Maju 2045,” jelas Soma.