Pencarian

Bukan Dipotong atau Dihentikan, 5 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel Berhenti Sementara Gegara Anggaran Habis

Jumat, 12 Juni 2026 • 13:10:31 WIB
Bukan Dipotong atau Dihentikan, 5 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel Berhenti Sementara Gegara Anggaran Habis
Lima dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel berhenti sementara akibat habisnya anggaran operasional.

TANGERANG SELATAN — Bukan karena pemotongan anggaran atau penghentian program, lima dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berhenti beroperasi sementara. Penyebabnya, dana operasional di dapur-dapur tersebut telah habis sementara proses pencairan anggaran tersendat karena masalah administrasi.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Tangsel, Nindy Sabrina, mengatakan penghentian operasional lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu baru terjadi sehari sebelumnya. “Ada lima SPPG, tetapi itu baru terjadi kemarin,” kata Nindy, Jumat (12/6/2026).

Kendala Administrasi dan Laporan Harian yang Terlambat

Menurut Nindy, persoalan pencairan dana bersifat administratif dan berbeda di setiap dapur. Salah satu penyebab utamanya adalah keterlambatan pengelola SPPG dalam menyampaikan laporan harian yang menjadi syarat pencairan dana dari BGN.

“Kalau tersendat berarti tidak operasi karena dananya sudah habis, tetapi ada kendala pencairan saja,” ujarnya. Nindy menegaskan, penghentian ini bukan karena pemotongan atau penghentian program, melainkan murni persoalan administrasi pencairan anggaran. BGN saat ini terus berkoordinasi dengan pengelola dapur agar kendala segera diselesaikan dan operasional kembali normal.

109 Dapur Aktif, Puluhan Lainnya Masih Disuspen

Dari total 131 SPPG yang tercatat di Tangsel, sebanyak 109 dapur masih aktif beroperasi. Sisanya masih dalam tahap persiapan atau pembenahan. “Yang aktif saat ini 109 dapur, sisanya masih persiapan,” jelas Nindy.

Selain persoalan anggaran, BGN mencatat selama program MBG berjalan, sebanyak 41 SPPG pernah dikenakan suspend atau penghentian sementara operasional. Penyebab terbesar berasal dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang ditemukan di 18 dapur. Sebanyak 12 dapur lainnya terkena suspend karena infrastruktur dan tata letak bangunan yang tidak sesuai standar BGN.

Hingga saat ini, masih terdapat 20 SPPG yang berstatus suspend. Namun, enam di antaranya telah mengajukan pencabutan suspend setelah melakukan perbaikan.

Suspen Bukan Penutupan Permanen, Ada Tiga Kali Kesempatan

Nindy menekankan bahwa status suspend bersifat sementara dan bukan penutupan permanen. Setiap dapur wajib memenuhi sejumlah persyaratan operasional, mulai dari kelengkapan infrastruktur hingga sertifikat laik higiene sanitasi.

“Suspensi ini bukan pemberhentian tetap, tetapi sementara untuk pembenahan. Kalau sudah suspend tiga kali, SPPG tersebut ditutup,” tegasnya. Artinya, dapur yang saat ini berhenti beroperasi masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali melayani masyarakat.

Bagikan
Sumber: banten.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks