PANDEGLANG — Sebanyak 150 keluarga di Desa Kadu Dodol, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, mulai menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk alokasi tiga bulan sekaligus. Penyaluran yang digelar di balai desa itu berlangsung tanpa hambatan berarti, dengan penerima antre sesuai jadwal yang ditentukan perangkat desa.
Mengapa BLT Dibayarkan Tiga Bulan Sekaligus?
Kepala Desa Kadu Dodol, Ahmad Rifa’i, menjelaskan bahwa pembayaran tiga bulan sekali ini merupakan kebijakan efisiensi administrasi desa yang tetap mengacu pada aturan dari pemerintah pusat. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Pemerintah Desa akan terus berupaya menjalankan setiap program dengan transparan dan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Ahmad Rifa’i di sela-sela penyaluran.
Kasi Pembangunan Kecamatan Cimanuk, Haris, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menambahkan bahwa nominal Rp900.000 per KPM adalah hak penuh penerima yang telah diverifikasi oleh pendamping lokal desa. “Penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan hak masyarakat yang telah ditetapkan sebagai KPM. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan yang penting dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima,” kata Haris.
Warga: Bantuan Ini Sangat Berarti untuk Kebutuhan Pokok
Salah seorang penerima, Rohman, warga Kampung Kebon Dua, mengaku bersyukur karena bantuan cair tepat waktu. Ia hadir didampingi Ustadz Iyus. “Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Desa Kadu Dodol, serta seluruh pihak yang telah menyalurkan bantuan ini. Bantuan sebesar Rp900 ribu sangat berarti dan akan kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap Rohman.
Penyaluran BLT-DD ini merupakan salah satu program prioritas desa yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Pemerintah Desa Kadu Dodol menargetkan tidak ada KPM yang terlewat dalam pendataan, dengan pengawasan langsung dari pendamping lokal desa dan kecamatan.
Transparansi Jadi Kunci Penyaluran Bansos Desa
Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa data penerima telah melalui musyawarah desa dan verifikasi ketat untuk menghindari tumpang tindih dengan penerima bantuan sosial lain seperti PKH atau BPNT. “Kami pastikan yang menerima benar-benar warga yang masuk kategori miskin ekstrem dan belum tersentuh program bantuan lain,” tambahnya.
Dengan selesainya penyaluran tahap pertama ini, Pemerintah Desa Kadu Dodol berharap bantuan tunai tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pendidikan anak, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Jadwal penyaluran tahap berikutnya akan diumumkan setelah evaluasi administrasi selesai dilakukan.