TANGERANG — Keberhasilan program magang di Kota Tangerang mendorong pemerintah kota untuk memperluas kerja sama dengan dunia industri. Kepala Disnaker Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan menyatakan, tingginya angka penyerapan tenaga kerja menjadi alasan utama penambahan mitra perusahaan.
“Dari hasil proses magang, tenaga kerja yang diterima kerja mencapai 85 persen. Tingginya serapan tenaga kerja ini mendorong kami untuk menambah jumlah perusahaan yang terlibat,” kata Ujang di Tangerang, Sabtu.
Delapan Perusahaan Sudah Bergabung
Program OJT yang berjalan saat ini telah melibatkan delapan perusahaan. Selain PT Arai Rubber Seal Indonesia (ARSI) dan PT Tomypak Makmur, mitra lainnya termasuk PT High Tech Ancillaries Indonesia (HTA).
Ujang menjelaskan, program ini menjadi salah satu langkah dengan tingkat keberhasilan paling tinggi di Kota Tangerang. Proses administrasi hingga penempatan tenaga kerja disebut berjalan transparan dan tanpa kendala.
Digitalisasi Percepat Proses Pendaftaran
Seluruh proses pendaftaran dan pembukaan lowongan magang kini dapat diakses melalui aplikasi Tangerang LIVE. Sistem digitalisasi pelayanan publik ini memudahkan pencari kerja untuk mengikuti program.
“Seluruh proses pendaftaran hingga pembukaan berjalan sangat lancar dan mudah diakses melalui aplikasi Tangerang LIVE. Program ini sangat membantu para pencari kerja di Kota Tangerang agar lebih produktif dan merasa tersalurkan dengan baik,” jelas Ujang.
Kompetensi Teknis Jadi Kunci
Pemerintah kota mengimbau para pencari kerja untuk terus mengasah kompetensi teknis. Hal ini dinilai penting agar siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
“Harapannya ke depan program OJT ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Bagi masyarakat yang ingin mencari kerja, siapkan kompetensinya dengan baik untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan on-job training ini,” tutur Ujang.
Target Menekan Angka Pengangguran
Melalui perluasan kolaborasi dengan dunia industri dan optimalisasi layanan digital, Pemkot Tangerang optimistis angka pengangguran di wilayahnya dapat terus ditekan. Ujang menambahkan, langkah ini juga bertujuan menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan adaptif.
“Ini juga menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, adaptif dan siap menghadapi tantangan industri masa depan,” katanya.