TANGERANG — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mengerahkan sedikitnya 40 dokter hewan dan puluhan petugas untuk memastikan kualitas daging kurban yang diterima masyarakat aman dikonsumsi. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi, menegaskan bahwa pengelolaan daging kurban harus dimulai dari proses pemotongan yang sesuai syariat dan protokol kesehatan.
Joko meminta para panitia masjid dan petugas pemotongan hewan kurban untuk menjalankan tugas secara amanah. "Tolong pastikan itu bersih, sehat, dan laksanakan pemotongan hewan kurban yang amanah sesuai dengan yang sudah kita ajarkan setiap kali pelatihan," ujarnya di Tangerang, Rabu.
Ia juga mengingatkan agar daging kurban yang diterima segera diolah atau dimasak. Jika belum sempat diolah, daging harus segera disimpan di lemari es dengan suhu yang bisa membuatnya bertahan hingga empat hari. Sementara untuk penyimpanan jangka panjang, daging disarankan untuk dimasukkan ke dalam freezer.
Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, Pemkab Tangerang telah menyiagakan sedikitnya 58 petugas dari masing-masing kecamatan. Jumlah itu ditambah dengan 66 petugas pemeriksa sebelumnya dan 40 dokter spesialis penyakit hewan yang akan melakukan pengontrolan di lapangan.
"Kali ini untuk pemeriksaan pemotongan kita tambah dari petugas dari kecamatan, ada kurang lebih 58 orang, masing-masing kecamatan dua orang. Dan ditambah yang petugas pemeriksaan kemarin ada 66, plus kurang lebih 40 dokter hewan," kata Joko.
Pemeriksaan ini diupayakan berlangsung hingga pasca perayaan Idul Adha guna memastikan tidak ada hewan yang tidak layak konsumsi beredar di masyarakat. Joko berharap seluruh panitia fokus agar daging dan jeroan hasil pemotongan bisa segera sampai ke tangan mustahik pada sore hari.