Mantan Eksekutif PayPal dan Veteran AL AS Rintis Platform Crowdfunding Khusus untuk Perusahaan Milik Perempuan

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:58:19 WIB
Mantan eksekutif PayPal dan veteran AL AS meluncurkan platform crowdfunding khusus perusahaan milik perempuan.

Data Crunchbase menunjukkan angka 2% itu tak berubah signifikan selama bertahun-tahun. Huyck, yang menghabiskan 21 tahun di PayPal dan membina wirausaha perempuan lewat Cherie Blair Foundation, menemukan bahwa kesenjangan akses modal bagi pengusaha perempuan menyebabkan kerugian produk domestik bruto global hingga US$5 triliun. "Ironi ekonominya, pengusaha perempuan mendapatkan kembali 78 sen untuk setiap dolar yang diinvestasikan, dibandingkan 31 sen untuk pria. Ini tidak masuk akal," ujar Huyck kepada Crunchbase News.

Bukan Amal, Ini Investasi dengan Ekuitas

AQi berbeda dari platform urun dana berbasis donasi seperti Kickstarter atau GoFundMe. "Kami bukan meminta sumbangan; kami memfasilitasi investasi," tegas Konwinski. Platform ini menggunakan kerangka Regulation Crowdfunding (Reg CF) pasca-UU JOBS Act 2012, yang memungkinkan investor non-akreditasi menanamkan modal di perusahaan swasta tahap awal. Biaya keberhasilan AQi hanya 6,5%, jauh lebih rendah dibanding platform lain yang bisa menyedot hingga 40% dana terkumpul. Sebagai imbalannya, investor mendapatkan saham di perusahaan tersebut.

Menjaga 'Cap Table' Tetap Rapi

Salah satu kekhawatiran umum pendiri startup adalah kepemilikan saham yang tersebar ke banyak investor kecil akan membuat struktur modal (cap table) berantakan dan menakutkan bagi investor ventura di masa depan. AQi mengatasinya dengan Special Purpose Vehicles (SPV). Semua investor Reg CF dikonsolidasikan menjadi satu baris dalam cap table, dengan seorang lead investor yang mengelola hak suara. Hasilnya, pendiri hanya perlu melepas 5%-10% ekuitas, bukan 20% plus kursi dewan seperti yang lazim diminta VC tradisional. "Pendiri tetap mempertahankan otonomi," kata Konwinski.

Pendekatan 'Concierge' untuk Pengusaha yang Sering 'Di-ghosting' VC

Hingga saat ini, AQi memiliki 20 perusahaan dalam pipa dan telah menutup kampanye pertamanya pada awal bulan ini. Dua kampanye lagi akan segera diluncurkan. Alih-alih menggunakan sistem otomatis berbasis AI seperti platform crowdfunding besar lainnya, AQi menawarkan layanan 'concierge'. "Kami membangun hubungan, berbicara dengan pendiri, dan menjadi mitra mereka selama proses berlangsung," jelas Konwinski. Pendekatan ini menyasar para pendiri yang kerap 'di-ghosting' oleh VC atau enggan menjaminkan rumah untuk mendapatkan pinjaman UKM dari bank.

Batas US$5 Juta: 'Runway' atau Sekadar Jembatan?

Reg CF membatasi penggalangan dana hingga US$5 juta per periode 12 bulan. Huyck melihat ini bukan kelemahan. "Bagi banyak perusahaan yang kami dampingi, jumlah itu cukup menjadi runway untuk 18 hingga 24 bulan," ujarnya. Karena Reg CF memungkinkan penggalangan dana bergulir (rolling raises), perusahaan dapat mencapai tonggak penting sebelum kemudian mengincar pendanaan Seri A. "Kami ada di sini untuk mereka yang tidak cocok dengan pola VC," pungkas Huyck.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: news.crunchbase.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top