Pencarian

Perajin Plupuh Bambu di Lebak Kewalahan Layani Pesanan 1.500 Unit per Pekan dari Tangerang, Omzet Capai Rp22,5 Juta

Minggu, 19 Juli 2026 • 17:02:01 WIB
Perajin Plupuh Bambu di Lebak Kewalahan Layani Pesanan 1.500 Unit per Pekan dari Tangerang, Omzet Capai Rp22,5 Juta
Perajin plupuh bambu di Lebak menyelesaikan proses produksi untuk memenuhi pesanan 1.500 unit per pekan dari Tangerang.

LEBAK — Ajat, seorang perajin plupuh bambu di Lebak, mengaku kewalahan melayani pesanan yang membeludak. Dalam sepekan, ia harus memasok 1.500 plupuh ke Tangerang, naik drastis dari sebelumnya yang hanya di bawah 1.000 unit.

"Kita setiap pekan memasok pesanan sebanyak 1.500 plupuh bambu ke Tangerang," kata Ajat, Minggu.

Plupuh bambu adalah anyaman atau hamparan dari bilah bambu yang biasa digunakan untuk lantai rumah panggung, saung, atau alas bangunan tradisional. Usaha ini telah digeluti Ajat sejak 10 tahun lalu dan masih bertahan karena bahan baku bambu melimpah di wilayahnya.

Omzet Rp22,5 Juta per Pekan dari Kerajinan Tradisional

Setiap plupuh dijual dengan harga Rp15.000. Dengan permintaan 1.500 unit per pekan, omzet kotor yang diraup Ajat mencapai Rp22.500.000 per minggu.

"Jika harga Rp15.000 dan permintaan 1.500 per plupuh maka dikalkulasikan mencapai Rp22.500.000 per pekan," ujar Ajat.

Meski permintaan tinggi, Ajat mengaku produksi tetap bisa terpenuhi. Pasokan bambu dari perkebunan sekitar masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus bertambah.

Proses Produksi: Dari Potong Gergaji hingga Dicencang Pakai Golok

Proses pembuatan plupuh bambu masih dilakukan secara tradisional. Bambu dipotong menggunakan gergaji dengan ukuran panjang 3-4 meter dan lebar 30 sentimeter. Setelah itu, bambu dibelah atau dicencang menggunakan golok atau kapak hingga menjadi lempengan-lempengan tipis yang siap digelar.

"Kalau penggunaan plupuh di masyarakat itu untuk hamparan rumah panggung atau saung, namun informasi plupuh ke Tangerang diekspor," kata Ajat.

Ia menambahkan, permintaan dari Tangerang diduga tidak hanya untuk konsumsi lokal, melainkan untuk tujuan ekspor. Hal ini menjadi peluang besar bagi pengrajin bambu di Lebak untuk terus mengembangkan kapasitas produksi.

Pemkab Lebak Dorong UMKM Kerajinan Bambu Tumbuh

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menyebutkan bahwa jumlah pelaku UMKM di Lebak tercatat sebanyak 117.269 unit usaha. Mereka bergerak di berbagai sektor, mulai dari aneka makanan, kerajinan bambu, hingga kain tenun dan batik.

"Kami mendorong unit usaha itu tumbuh dan berkembang, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan keluarga," kata Imam.

Keberadaan perajin plupuh bambu seperti Ajat menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal bisa dioptimalkan. Dengan dukungan pemerintah dan ketersediaan bahan baku yang melimpah, kerajinan bambu Lebak berpeluang menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks