Pencarian

Google TV Streamer Gantikan Chromecast, Tapi Pengguna Rindu Dongle Kecil yang Praktis

Selasa, 23 Juni 2026 • 00:47:01 WIB
Google TV Streamer Gantikan Chromecast, Tapi Pengguna Rindu Dongle Kecil yang Praktis
Chromecast dengan Google TV lama mulai menunjukkan penurunan performa pada aplikasi berat seperti YouTube.

BANTEN — Selama hampir satu dekade, Chromecast dengan Google TV menjadi andalan banyak pengguna sebagai perangkat streaming paling praktis. Namun, setelah Google menghentikan produksi model 4K (2020) dan HD (2022) demi TV Streamer yang lebih besar, sejumlah pengguna setia mulai menyuarakan kekhawatiran. Performa perangkat lawas mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan yang mengganggu kenyamanan.

Masalah Performa Mulai Muncul di Chromecast Lama

Pengguna melaporkan bahwa Chromecast dengan Google TV versi 4K—yang dirilis enam tahun lalu—kini kesulitan menjalankan aplikasi berat. YouTube, yang menjadi aplikasi paling sering digunakan, kerap mengalami layar abu-abu saat peluncuran, pemuatan lambat, dan aplikasi yang tiba-tiba me-refresh meski hanya sebentar kembali ke layar utama.

Diduga, RAM 2GB menjadi faktor pembatas utama. Beberapa pengguna mengakali keterbatasan penyimpanan dengan menambahkan microSD 32GB melalui USB-C dock, tetapi RAM tidak bisa diupgrade. Situasi ini diperkirakan lebih parah pada model HD yang hanya dibekali RAM 1,5GB dan prosesor lebih lemah.

TV Streamer Lebih Besar, Tapi Bukan Solusi Sempurna

Google TV Streamer yang dirilis tahun 2024 menawarkan performa lebih baik dan update rutin, tetapi bentuknya yang berupa kotak besar justru menjadi keluhan utama. Dibandingkan desain dongle ringkas yang bisa "sembunyi" di belakang TV, TV Streamer dianggap kurang praktis dan memakan tempat.

Fitur asisten suara Gemini juga disebut berjalan lambat karena beban pemrosesan yang tinggi. Akibatnya, banyak pengguna memilih kembali ke remote fisik untuk navigasi. Meski belum sepenuhnya tidak bisa dipakai, pengalaman suara yang lamban membuat fitur ini jarang digunakan.

Mengapa Google Butuh Dongle Murah untuk Ekosistem Google TV

Di pasar streaming murah, Amazon Fire TV Stick mendominasi dengan harga di bawah 20 dolar AS (sekitar Rp 330 ribu). Namun, pengalaman pengguna di perangkat tersebut dinilai subpar. Google TV, meski punya kekurangan, dianggap jauh lebih unggul dalam hal kustomisasi dan antarmuka.

Masalahnya, TV Streamer dibanderol 99 dolar AS (sekitar Rp 1,63 juta)—jauh lebih mahal dari dongle 50 dolar AS yang dulu populer. Tanpa opsi dongle murah, pasar low-end diramaikan oleh perangkat tanpa merek yang justru membentuk pengalaman buruk terhadap platform Google TV.

Pengguna berharap Google segera merilis versi dongle yang lebih ringkas dari TV Streamer. Solusi plug-and-play yang bisa ditancapkan langsung ke TV tanpa kabel tambahan dinilai tetap menjadi format paling elegan dan populer sejak era Chromecast pertama.

Kesimpulan: Pengguna Setia Menanti "Chromecast Generasi Baru"

Google TV Streamer memang menjadi penerus yang layak secara performa, tetapi formatnya yang besar membuat banyak pengguna merindukan dongle kecil khas Chromecast. Bagi mereka yang menginginkan perangkat streaming simpel, murah, dan bisa dipasang di semua TV di rumah, tidak adanya opsi dongle resmi dari Google menjadi celah yang terasa.

Selagi menunggu langkah selanjutnya dari Google, pengguna Chromecast lama disarankan melakukan reset pabrik atau membatasi aplikasi yang berjalan di latar belakang untuk mengurangi beban RAM. Namun, untuk pengalaman streaming yang benar-benar mulus, upgrade ke TV Streamer atau alternatif Android TV box lain mungkin jadi pilihan paling realistis saat ini.

Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks